www.senyum-sehat.blogspot.com. Powered by Blogger.
RSS

Pages

Camera, Stories, and Me @ Universal Studios Singapore




Hiaaa, rasanya seneng banget lihat bola dunia raksasa itu dari kejauhan. Aku langsung berlari kecil menghampiri dan berfoto ria. Peta Indonesia yang berada tepat di garis ekuator bumi tertutup tulisan UNIVERSAL STUDIOS. Yup, aku di Universal Studios Singapore bersama 2 anggota keluargaku, si bapak dan si brother.



Setelah mengurus tiket yang kami pesan via online sebelumnya dan dapatvoucher makan n belanja, pintu dunia impian mulai kami masuki. Dimulai dengan melewati jalan lurus yang kanan kirinya dipenuhi toko-toko dengan desain unik, toko souvenir yang menjual baju, mainan, hiasan, aksesoris, dan beberapa tempat makan. Penjaja jalanan juga gak kalah keren, contohnya mobil popcorn merah membara yang satu ini.



Rupanya kami melintasi HOLLYWOOD. Arena yang pertama kali didatangi adalah arena isi perut alias makan. Lapeeer, apalagi si brother yang berperut gendut. Dengan berbekal voucher 3x 5SGD kita singgah di Mel's Drive-In, tempat makan klasik dengan menu utama burger dan sandwich. Bagi sang bapak yang jowo tulen, agak kecewa karena ga ada menu bernasi. Oh ya, minumannya jumbo banget, ampun-ampunan buat ngabisin.

Kenyang makan (wareg) n kenyang minum (kembung), kami keluar n nampak mobil2 mentereng klasik yang dipajang di depan restoran. Mobil hitam kayak mafia, mobil putih kayak superstar, dan mobil kuning kayak punya MR.Bean.




Di Hollywood ini juga ada satu toko yang menyedot kaum narsis untuk berfoto, The Brown Derby. Di depan toko sengaja dipajang macam-macam topi konyol, n aku juga ga tahan klo ga foto. Lengkap dari topi penyihir, topi badut, topi mesir, topi kerajaan, mpe topi corak batik ada lho! Membabibuta jepret klik jepret klik,,



Pas jalan jalan, eh dicekik ma Mas Joker. Sayang ga ada Bang Batman atau Akang Robin yang nolong.


Lanjut ke MADAGASCAR. Spot utamanya ada pohon beringin (?) besar afrika n ada orang dah jadi tengkorak gara-gara perasutnya nyangkut di pohon. Buat orang yang dah pernah lihat kartunnya pasti tau deh. Tapi sayang beribu sayang wahana atraksinya, Madagascar: A Crate Advanture lagi direnovasi. Wah rugi!!. Ada sih wahana yang lain, naek kuda putar buat anak kecil, tapi tentu tidak. He. Ya udah cuma bisa foto-foto.


Dalam beberapa langkah, gak terasa udah nyampe ke FAR FAR AWAY. Ditandai dengan puri megah, layaknya cerita dongeng. Disambut dua makhluk hijau, satu berbentuk, satu lagi bentuknya gak jelas. Hehe. Hallo Shrek n Princess Fiona. Aduh jari-jarinya Shrek kayak pisang raja.



Wah pantesan rumahnya Shrek tutupan, ternyata lagi jalan-jalan sore ma sang istri


Wahana atraksi yang ada di area ini, Shrek 4-D Adventure. Dengan misi nyelamatin Putri Fiona, kita semua dibanting-banting, disembur air, n disemprot angin. Yah jadi segeran di tengah hari gini.



Lanjut perjalanan beberapa langkah, terdengar suara auman dari masa lampau, masanya T-rex and the gank. Langsung ada patung yang eye-catching bgt, patung dinasaurus yang gedhe, eh emng dinasaurus tuh gedhe sih. Selamat datang di THE LOST WORLD. Kalau diamati, kebanyakan pengunjung disini rambutnya lepek n wajahnya berminyak. Tapi ternyata mereka semua berbasah ria di permainanan arung jeram Jurasic Park RApid Adventure. Tip hemat dari aku, mending dari rumah udah bawa jas hujan sendiri klo gak mau basah lho, sebab beli jas hujan disitu mahal, 2SGD, itupun cuma dapet jas hujan plastik tipis transparan murahan. Kalo motifnya dinasaurus nho mending banget. Kedengeran juga ada orang jerit-jerit bergelantungan. Tapi aku ga berani deh naek wahana Canopy Flyer. Skip, coward me.



Jalan jalan jalan, sampai di area monoton warna kuning kecoklatan, gersang, panas. Ow, ANCIENT EGYPT. Di sini objek fotonya banyyyyyaaaaaaaak banget. Hepi.



Aku ngantar bapak n adekku ke wahana Revenge of The Mumy, jet coaster dalam gelap n berisi banyak mumi. Hatchiiih,, aku alergi jet coaster, makanya absen aja. Aku nunggu mereka di luar, n l agi- lagi aku dicekik. Wewk. Mereka digaji untuk berwajah garang n mencekik orang. Hihihihi.

-->

Pas berpanasan di Mesir kami melaju ke tempat yang berbeda 180 derajat. Kota penuh dengan kecanggihan modern. SCI-FI CITY. Huatchiiinngg!!!, bersin bersin kuat aku, pertanda ada sumber alergi di kota ini. Iuuuuhh ada jet coaster lagi, Battlestar Galactica namanya. Wuih relnya udah njlimet kemana-mana, tinggi banget lagi. Sayangnya lagi wahana ini tenyata juga lagi renovasi, wah bapakku kecewa berat. Adekku berlega hati krna kayaknya dia udah tergetar gara2 naek wahana jet coaster mummy yang sebelumnya, hehe. Aku sih dari awal udah ngajuin prasyarat ga mau naek jet coaster ma si bapak biar ntar gak dipaksa-paksa lagi.



Tempat terakhir, selamat datang di NEW YORK CITY. Pas banget lagi ada street attraction, lagi pada nari-nari. Goyang n lompat2. Performernya 5 orang breakdancers, n mereka ngajak 5 pengunjung buat dance battle. Ada yang dari Malaysia, Singapura, Korea, Hongkong. Pemenangnya jelas mbak mbak Korea, negara yang penuh MV joged2.

Wahana yang dimasuki di kota ini, Light,Camera, Action! Hosted by Steven Spielberg. Panggung sederhana yang menunjukkan special efek seperti di film-film, lengkap dengan hujan badai n kebakaran yang panas banget. Hehehehe.

Saatnya pulang, para krew n staff disana sudah berbaris menunggu di gerbang untuk mengucapkan selamat jalan kepada para pengunjung dengan sangat ceria dan hangat.

Diawali dengan bola dunia, aku akhiri juga dengan bola dunia. Walaupun malam n gelap, tetap memancarkan aura yang sama.


Akhir kata, maaf banyak foto narsisnya, makanya judulnya "Camera, Stories, and Me @ Universal Studios Singapore".


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berburu Aneka Batik @ Setono Pekalongan


My shopaholic sister selalu tergoda untuk mampir ke Pasar Grosir Setono tiap keluarga kami melakukan perjalanan Semarang-Pekalongan. Letaknya yang emang strategis, di tepi jalan mbuat orang pasti melirik. Mbakku cinta banget ma daster. Padahal dia udah punya setumpuk daster di lemarinya dg berbagai model warna n corak. Tapi banyak yg udah sobek-sobek jg, itu yang dia jadiin alesan buat beli daster batik lagi n lagi.

Dan disinilah kami sekarang, berburu batik. Pasar Grosir Batik Setono gak seramai biasanya, karena biasanya kami kesana pas moment lebaran. Mbakku dengan lincah melompat dari satu toko ke toko di sebelahnya. Matanya memindai tajam apa yang ada. Tangannya sembari mendeteksi kualitas kain batik yang dijajakan. Mulut dan lidahnya mengucapkan harga yang dia inginkan. Kalo harga dan barang cocok, maka terjadilah proses jual dan beli.



Pasar Batik Setono dipenuhi toko-toko batik namun tersusun rapi dan tergolong bersih. Fasilitas di sana juga lengkap, ada beberapa mesin ATM di area parkir, ada beberapa masjid cukup besar yang ada di tengah pasar, tempat parkir luas, dan disediakan tempat duduk di area-area tertentu bagi para suami yang terkagum-kagum ma para istri yang serasa tiada lelah berburu batik. Kios minum dan kios pop mie tersebar merata kalo kalo ada yang butuh asupan energi. Aku ga nemu kamar mandinya, sebab kala itu aku emang ga butuh ke kamar mandi, jadinya ga tau keadaannya gimana.


Tantangan kali itu adalah menjaga mood sang anak (1tahun) yang udah bosen banget digendong. Awalnya sih lagi tidur n ditinggal di mobil ma sang bapak. Tapi dia bergabung di tengah perburuan karena udah kebangun. Sempet rewel tapi untung masih tertangani dengan baik. Dan ketika semua udah mendapat yang diinginkan, dan kami siap pulang, eh si anak malah tiba2 ngeden n pub lah dia. Jadilah kami balik lagi ke rumah saudara di Pekajangan buat bersih2. Akhirnya kami mpe Semarang udah malam.



Cintailah asal usulmu dan banggakanlah identitasmu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS