www.senyum-sehat.blogspot.com. Powered by Blogger.
RSS

Pages

Lumut di Ullen Sentalu, Yogyakarta


Mau masuk museum ini? Gak gratis tentunya. Karcis bisa dibeli dengan harga miring klo kamu bisa nunjukin statusmu sebagai pelajar atau mahasiswa. Yup, KTMku ada fungsinya juga, hehe, jadilah kami membayar @Rp.15.000,-. Dan sebagai museum seni, tiket masuknya ga kalah nyeni.



Didalam kami dipandu oleh mbak2 pemandu yang menceritakan detail dari isi museum itu. Ada batik yang berjenis-jenis, beda jenis batiknya beda makna. Banyak juga patung2 di dalam museum.Ada juga gamelan, lukisan tari, foto-foto keturunan sultan, puisi dan surat2 dari salah satu putri sultan,dan segala sesuatu mengenai kesultanan. Lebih lengkap n terjamin kebenarannya, mending check aja di situs resmi nya (KLIK). Namun sayangnya tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar di dalam ruangan museum.

Di akhir perjalanan, kami dipersilahkan duduk di kedai n disuguhkan minuman yang katanya resep dari putri sultan HB VII untuk obat awet muda. Di sebelah kedai tadi, ada art shop, jadi klo mau beli souvenir silahkan lho. Di arena ini juga ada restorannya. Tapi karena ga laper (alesaaaan) jadinya nebeng foto aja. Beuh,,

Kecewa karena ga dapet foto di dalam museum, tergantikan setelah melihat pemandangan di taman museum yang ga kalah indahnya. Lumut yang ada di dinding dan pagar museum malah membuat suasana jadi beda, serasa di benteng tua gitu. Ditemani kombinasi antara suara alami dari alam dicampur suara gamelan pelan plus suara air mancur kecil di taman.







Patung-patung yanga ada di arena taman, juga bisa jadi objek foto yg menarik. Terutama patung wanita yang tengah berbaring di seberang kolam. Mau foto ma patung itu aja harus nyebrang kolam teratai dengan cara lompat. Patung wanita cantik setengah telanjang yang berbaring n berpose menggoda. Entah apa artinya, sang guide udah ga bersama kami lagi untuk menjelaskan.







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kulit Gosong di Malaysia

Sebelumnya maaf klo ceritanya gak detail, sebab aku
nulisnya baru sekarang , jadi udah agak lupa nama ataupun rute2nya.
-----------------------------------------------------------------

Selama tinggal di Malaysia, kita nginep di hotel area Bukit Bintang, sesuai dengan saran temenku yang orang Malaysia. Katanya disitu area yang banyak turisnya. Setelah lintas negara, kami sampai Malaysia siang hari. Di sini, jam 6 malam tuh masih terang benderang, mpe bingung waktu sholat maghribnya kapan. Begitu agak maleman, kami mulai jalan keluar hotel. Ternyata bener, Bukit Bintang ni banyak turisnya. Apalagi Bintang Walk ini mirip ma jalanan di Malioboro, Jogja. Mungkin karena suasananya yang "hidup" banget.


Tujuan pertama adalah isi perut. Menurut info dari e-net, ada tempat makan yang populer di sana. Kumpulan tempat makan di tepi jalan gitu. Begitu masuk di gang yang dimaksud, lansung disambut pegawai tempat makan disana, banyak banget, nawarin untuk makan di tempat mereka. Yang aku suka, suasananya yang hangat, karena yang makan disitu banyak, kayak rombongan2 gitu, duduk di meja-meja bulat. Makanan yang dijual disitu rata-rata chinesse food. Disaat bapak n adekku mesen makanan yang ga kreatif (bakso!), aku mesen kerang bumbu n sayur. Mumpung diluar negeri harus berani mencoba kuliner. Untungnya rasanya enak.
Puas makan, mampir ke Plaza LowYat, disitu full elektronik. N disitulah bapakku bertarung sengit (tawar menawar) buat beli ni laptop yang sekarang aku pke buat ngeblog. Hehehe,,


Hari kedua (3-9-10)
Berbekal to-do-list yang udah kurancang kemarin malam dengan bantuan internet yg disediain di hotel, hari kedua ini bakal full day trip. Peta KL n peta MRT juga udah siap di tangan. Hari kedua ini biarlah foto yang bercerita. Yang jelas, di hari kedua ini, kulitku gosong karena banyak jalan di bawah matahari, mpe beli payung di kios pinggir jalan, 8,5RM



-----------------------------------------------------------------------------
Hari ketiga (4-9-10)
Karena kecapekan kemarin jalan seharian kayak orang gila, akibatnya ambruk n telat bangun, jadilah kami mulai keluar hotel buat jalan-jalan udah jam 11, saat matahari terik2nya. Akibatnya lebih ke aspek fotografinya. Karena tujuan di hari terakhir ini ke Petronas yang aduhai tingginya, jadi klo mau dapet foto mpe tu puncak, harus ambil sudut di bawah, tapi karena matahari juga udah pas di atas kepala, hasilnya ya gambarnya gelap karena menantang matahari. Mana adekku ga pinter motonya, tambah susah deh dapet foto yang kumau. Dan setelah berulang-ulang kali, n setelah ku edit brightnessnya, didapatlah foto ini yang paling lumayan. Hufftt!!





*to be continued*


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Singapore alias Singapura, Negara yang Mahal


Spot confirmed. Ntar cerita n foto nyusul

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nonton Sirkus

Di semarang ada event rutin tiap beberapa tahun sekali yaitu sirkus oriental indonesia. Dulu pernah nonton ma pacarnya mbakku jaman itu (plus mbakku juga lah), waktu aku SMA. Sekarang tu sirkus nongol lagi di kotaku. Alhasil demi mengenalkan sirkus ma keponakanku, Arya, aku juga ikut diajak nonton sirkus itu ma ortunya Arya.

Awalnya dia sempet takut n pake nangis segala, berhubung di acara awalnya tu ada pertunjukan anak perempuan yang badannya lentur, tapi setting lampunya dimatiin n musiknya agak menyayat. Takut deh si Arya. Tapi setelah dibujuk2, n dilihatin kalo banyak temen seusianya yang berani, dia akhirnya berhenti nangis, walo matanya tetep tegang n memelas selama nonton sirkus. Hahaha.

Tapi begitu pertunjukannya udah memunculkan hewan, dia jadi agak berbinar. Dia familiar sih ma hewan2, sbb kalo pas diajarin tentang gambar ma ortunya, pasti pake contoh hewan. Hewan yang muncul di sirkus: gajah-harimau-simpanse-burung kakak tua hinggap di jendela, nenek sudah tua giginya tinggal dua.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rencana Jalan - Pulau Karimun Jawa


Ada rencana jalan lagi nih. Ajakan jalansampaipegel ini datangnya dari pacarnya temenku yang juga temennya pacarku, (ada yg bingung?)

"Yuk, ke Karimun"

Tapi gak tau aku bisa jadi ikut atau gak. Sebab mencocokkan jadwal beberapa orang itu ga gampang. Ada yang bisanya weekend, tapi ada juga yang maunya klo gak weekend.

Kalau gitu, sepertinya rencana kali ini cuma tinggal rencana.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Borobudur Temple


Hua, karena keasikan di Borobudur, udah terlalu sore kalau harus dilanjutin ke Ketep Pass (KP). Daripada sampai KP pas maghrib, jadinya udah gelap, malah udah gak bisa lihat apa-apa, mending lain kali aja kita jalan sampai pegel ke Ketep Pass nya.

Aku pergi ke Borobudur untuk yang ketiga kalinya, kalau gak salah. Terakhir kesana ma bapak n adekku. Dulu itu rasanya capek banget naikin tangganya (mungkin karena waktu itu masih anak-anak), tapi tadi alhamdulillah biasa aja. Sempet denger sih ada pengunjung ABG yang mengeluh, "Aduh capek bgt, mau pingsan". Haaa?? Jangan, klo pingsan di tangga malah ngglundung n pengunjung di belakangnyha bisa jatuh berantai, hehe.

Hari ini Senin, tapi pengunjung tetap ramai memadati sudut-sudut Borobudur. Mengambil gambar, berpose, dan kebanyakan bersantai menikmati pemandangan di puncak candi. Cuaca kala itu sangat mendukung, gak terlau panas dan silau, matahari dengan santunnya bersembunyi di balik awan, sehingga cuaca saat itu terasa "pas" untuk menikmati pemandangan di sekeliling Borobudur. Dikelilingi oleh bukit dan pegunungan, tampak harmoni warna hijau dan biru membaur. Tak lupa ada pelangi yang ikut menghiasi lukisan pemandangan itu.

Turis asing dan lokal bercampur. Kulit putih, kulit hitam, kulit kuning, dan kulit coklat. Mereka berbekal kamera untuk merekam semua keindahan ini.

Sayang disayang candi ini hanya sebagai objek kamera. Relief candi yang sudah kekuningan bahkan ada beberapa yang koyak, membuat para pengunjung enggan atau mungkin tidak bisa untuk mengintepretasikan relief tersebut. Kurangnya papan-papan yang bisa berfungsi untuk menjelaskan cerita dari relief tersebut. Yang ada hanya papan untuk jangan memanjat dan sebagainya.



Hari ini aku datang dengan memakai baju couple yang kuhadiahkan untuk pacarku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rencana Jalan - Borobudur & Ketep Pass

Hari Senin, hari yang seharusnya sibuk, penuh rutinitas di awal minggu. Tapi aku malah lagi kosong. Aku sms pacarku, "yuk jalan-jalan". Dan jadilah kami menyusun jadwal perjalanan kami hari ini. Dia menyarankan pergi ke Ketep Pass n naek motor 2 jam katanya. Mengingat tulang ekorku yang suka pegel klo duduk lama2, yowis mending naek mobilku aja lah. Eh itu kan daerah Magelang yah. Kalau gitu kenapa gak sekalian ke Candi Borobudur juga. Satu perjalanan, dua objek didatangi.

Satu jam lagi dia bakal datang jemput ke kosQ. Aku malah mbuat blog baru ini n belum siap2. Pake baju apa yah? Duh susahnya jadi orang agak gendut (AGAAK??) jadi klo pake baju terbatas pilihannya. Kalo difoto trs ngelihat hasilnya juga hawanya ga puas. Duh kok kelihatan gendut yah, duh tanganku gedhe banget, duh pipiku kok bengkak gini. Ujung2nya nyalahin fotografernya yang ga pinter moto. Padahal dasar modelnya yang mbletat mbletot. Hiks hiks.

Oke, aku siap-siap dulu yah. Tunggu kabar selanjutnya plus foto2 n videonya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS